Selasa, 05 Agustus 2008

Audit

Setelah hampir satu tahun bekerja, baru kali ini saya terlibat dalam internal audit, sebuah aktivitas yang berhubungan dengan esensi (Security and Control). Sebuah aktivitas untuk meng-assess semua pekerjaan yang dilakukan. Semua pekerjaan diteliti, apakah sesuai dengan prosedur yang sudah ditetapkan atau tidak. Semua pekerjaan diperiksa, apakah dilakukan pada waktu yang tepat dan oleh orang yang tepat atau tidak. Dan akhirnya semua pekerjaan akan dinilai dan diberi comment. Comment disini telah mengalami penyempitan makna, yaitu hanya berisi negative comment, yang artinya telah ditemukan gap pada pekerjaan yang dilakukan. Gap bisa berupa apa saja, misalnya, pekerjaan yang dilakukan tidak sesuai prosedur, tidak tepat waktu ataupun dilakukan oleh orang yang salah, atau bahkan ada pekerjaan-pekerjaan yang kurang memperhatikan safety issue. Setelah diketahai ada comment atau gap, kami para pelaku kerja, harus berusaha keras untuk menutup gap yang ada dengan melakukan aktivitas yang ditetapkan oleh tim internal audit.

Menurut saya pribadi, sebenarnya internal audit hanyalah bagian dari proses pembelajaran. Sama seperti ketika kita sekolah. Setiap akhir caturwulan atau semester pasti ada ujian. Ujian ditujukan untuk mengevaluasi siswa. Begitu pula dengan internal audit. Merupakan proses pengevaluasian hasil kerja. Oleh karena itu, seharusnya tidak perlu takut menghadapi internal audit apabila kita telah melakukan pekerjaan kita dengan benar. Apabila dari internal audit ditemukan adanya gap, seharusnya kita bersyukur karena telah ditunjukkan dimana kesalahan-kesalahan kita sehingga kita bisa segera memperbaikinya. Gap jangan dianggap sebagai dosa atau kesalahan besar karena anggapan seperti itu akan mendorong seseorang untuk melakukan berbagai cara agar tidak ditemukan gap pada pekerjaannya, misalnya dengan melemparkan kesalahan kepada orang lain atau dengan sengaja menghindar dari tim internal audit dengan alasan sakit. Anggaplah gap sebagai kritik yang membangun yang akan menuntun kita untuk memperbaiki kekurangan-kekurangan kita. Anggaplah gap sebagai jembatan untuk menuju kualitas yang lebih baik.

Selamat bekerja, sukses selalu :)

Tidak ada komentar: