Rabu, 06 Agustus 2008

Pengajar

Hari ini saya bersama tiga orang teman menghadiri seminar yang diadakan oleh sebuah vendor aplikasi. Kami berempat berangkat dari kantor jam setengah sepuluh naik shuttle yang memang telah dipersiapkan untuk mengantar dan menjemput kami. Setibanya di tempat seminar, di sebuah hotel di kawasan Bundaran HI, acara telah dimulai. Seorang pembicara, tentunya dari vendor aplikasi tersebut, telah menjelaskan di panjang lebar tentang aplikasi terbaru yang mereka baru saja mereka develop. Baru sebentar saya mendengarkan penjelasan dari Bapak pembicara tersebut, saya sudah sangat kagum pada beliau. Penjelasannya sangat gamblang, mudah saya cerna, sekalipun materinya merupakan materi baru bagi saya yang masih sangat cethek di dunia IT. Beliau juga terlihat sangat menguasai materi yang disampaikannya. Cara menyampaikannya pun dengan bahasa yang sederhana dan bisa dipahami oleh orang awam seperti saya (walaupun penyampaiannya in English sih). Pokoke sedap lah..hehehe… Dalam hati saya mbatinwah..kalo semua pengajar di Indonesia kaya’ beliau ini, pasti pinter-pinter deh muridnya..”

Karena kekaguman saya sama Bapak pembicara ini, saya jadi ingat lagi sama cita-cita saya dan memiliki sedikit perubahan pandangan mengenai cita-cita saya. Saya gemar belajar dan sangat senang berbagi ilmu dan pengalaman dengan orang lain. Oleh karena itu, dari dulu saya bercita-cita untuk menjadi dosen. Namun, pengalaman saya yang hanya 2 jam hari ini, mengikuti seminar yang disampaikan oleh Bapak tadi, membuat saya sedikit membuka mata. Bahwa menjadi seorang dosen/guru bukanlah satu-satunya pekerjaan yang bisa mendukung kegemaran saya, belajar dan berbagi ilmu. Bahwa menjadi professional di sebuah perusahaan, tetap memungkinkan saya untuk bisa menjadi ”pengajar”. Memang, tidak semua profesi bisa membuat saya menjadi “pengajar”, namun menjadi dosen atau guru juga bukan merupakan satu-satunya profesi yang bisa membuat saya menjadi seorang “pengajar”.

Salam
Semangat :)

Tidak ada komentar: